Aku sunda ,kamu Jawa kalau jodoh ga akan kemana ❤️
Assalamualaikum wr.wb
Halo temen temen perkenalkan nama aku Ani Apriani Hidayat biasa di panggil Ani atau Anay. Disini aku mau cerita tentang perjalanan kisah cinta aku #ceileeeh mungkin dari cerita ini bakal ada pembelajaran buat temen temen yang senasib kaya LDR dan pacaran beda suku dengan segala tantangannya . Yuk kita mulaaai aja gaisss ....
Awal mula aku kenal sama suami aku ini waktu kelas 2 SMA di kota Bandung kebetulan kita satu sekolah satu kelas pula dan gataunya ternyata satu SMP juga . Doi waktu kelas 2 SMA itu duduknya percis di belakang bangku aku disitulah mulai kenal ngobrol dan akrab. Lama lama kita sering chattingan kalau jaman dulu tahun 2010 atau 2011 kayanya lagi musimnya Yahoo Messenger (YM) disitu aku sama suami dulu suka chattingan kalau sehabis maghrib biasanya obrolannya tentang sekolah , kadang ngerjain PR bareng via YM atau belajar bareng lama lama obrolannya jadi basa basi pdkt kaya dilan ke milea hahaha kadang bingung juga kalau di YM akrab banget kalau di kelas ga pernah ngobrol gatau juga ya kenapa, suatu hari waktu udah kelas 3 SMA suamiku bercandain aku di YM dia ngatain cinta cuma aku jawab " maaf ya aku kayanya gakan pacaran sampe beres UN " mungkin dia pikir jawaban klasik cewe cewe kalau nolak kali yaa 😂 tapi aku memang orangnya teguh pendirian aku emang gamau pacaran sampe beres UN karena takutnya ga fokus buat belajar dan takut putus nantinya malah jadi ga akrab kan ga enak, tapi seudah dia dapat jawaban aku dia bilang " aku cuma bercanda ko" dalam hati aku bersyukur ternyata dia cuma bercanda toh .
Terusss..... Setelah itu aku sama suamiku itu yaudah biasa lagi gada canggung karena cuma bercanda . Waktu itu hari terakhir UN 19 April 2012 setelah beres UN aku refreshing sama temen temen cewe segeng nonton ke bioskop, tiba tiba lagi asik nonton ada BBM dari suamiku dia nanya lagi apa dan menawarkan untuk jemput aku , cuma lagi lagi aku tolak tawarannya tapi untungnya dia ga marah . Setelah aku di rumah beres sholat isya sekitar jam 19.30 WIB ada BBM dari suamiku seperti biasa dia basa basi pdkt kaya dilan ke milea akhirnya kita chattingan, ga sangka2 dia ngatain cinta lagi dengan alasan karena sudah beres UN dan ini bukan bercanda , WOW kaget karena ga pernah sangka kalau suami aku itu beneran suka sama aku. Akhirnya aku minta waktu buat jawab mau atau ngga jadi pacar dia karena aku pikir kalau kita pacaran terus putus malah lebih sedih ,tapi kalau ga pacaran nanti dia sama orang lain aku juga sedih. Akhirnya saat tengah malem aku jawab kalau aku ga bisa jadi temen dia (alias mau jadi pacarnya) , baru pertama kalinya aku ngerasa sedeg degan itu nerima cowo gatau kenapa dan alasannya apa 😂 akhirnya kita jadian tgl 20 April 2012.
Setelah itu kita sama sama daftar kuliah, dia daftar snmptn dan kuliah kampus di cimahi milik tentara karena ayahnya tentara jadi daftar kesitu, aku sudah masuk kuliah swasta karena cari kampus dekat rumah. Selagi dia tes buat masuk kampus negeri aku temenin dia belajar , urusin persyaratan , namun ternyata bukan rezeki dia buat masuk kampus negeri, akhirnya dia kuliah di cimahi dan aku di bandung walaupun deket tapi kita LDR ketemunya seminggu sekali karena dia diem di mess tentara deket kampusnya. Selama kuliah di cimahi dia juga mempersiapkan diri buat masuk sekolah kedinasan IPDN dari yang awalnya badan dia besar alias gendut sampe kurus karena selama setahun kuliah di cimahi dia sambil berlatih fisik dan soal soal buat masuk IPDN , akhirnya waktu tes buat masuk IPDN pun tiba , kadang aku suka terharu lihat kegigihannya buat masuk IPDN latihan tiap hari walau cape tetep latihan, aku cuma bisa bantu do'a , akhirnyaaa dia lulus dan karena melihat ini aku jadi percaya tidak ada usaha yang mengkhianati hasil itu nyata gaisss !!! Saat aku denger dia lulus IPDN ga kerasa air mata aku netes karena bangganya bukan bangga karena dia masuk IPDN tapi aku bangga usaha dia yang ga sia sia.
Setelah masuk kedinasan IPDN LDR dimulai dimana dia di didik di ciapatat tidak boleh bawa alat komunikasi 2 bulan tidak kabar-kabaran tapi aku percaya dia setia , dan aku juga jaga dia dalam do'a supaya dia sehat selalu dan lancar pendidikannya . Setelah pengukuhan dia baru bisa ngabarin pake HP ibunya kaya mimpi coy denger suara doi setelah 2 bulan lamanya ga kabar-kabaran sama sekali seneng banget sampe terniang-niang suaranya , akhirnya dari situ kita bisa komunikasi walau hanya sms dan telpon karena dia ga boleh bawa Smartphone atau hp yg ada kameranya.
Beberapa bulan setelah dia masuk IPDN ya mungkin ada beberapa perubahan dari sikapnya dan aku ngerasa cemburu juga liat dia akrab sama rekan wanitanya disana cuma ya gimana lagi disana kan emang dituntut harus saling menjaga kaya kaka adik, baru saat itu kita sering berantem karena salah paham, dan kadang kalau dia pesiar kemudian pulang ke rumahnya lalu aku ikut ke rumahnya, orang tuanya mungkin ingin anaknya dapetin jodoh yang sepadan ( sama sama PNS ) dan sama sama suku jawa , mulai dari sini kita sering berantem masalah LDR dan persukuan ini ditambah umurku yg 11 bulan lebih tua pun ikut di permasalahkan. Sedih banget rasanya ingin nyerah dan nyesel kenapa dia lulus di kedinasan malah jadi berubah semuanya. Tapi di balik ujian ini suamiku selalu meyakinkan aku kalau dia serius dan ga permasalahkan apa yg di permasalahkan itu , dia selalu bilang suatu hari pasti ortunya nerimain ,karena mau suku sunda ataupun jawa itu sama saja , istilah cewe sunda matre itu gimana orangnya. Setelah dengar ucapan suamiku itu aku yakin dan aku selalu berdoa semoga kalau memang jodoh ya mudahkanlah .
Tahun ke dua dan ketiga di kedinasan akhirnya dia dapat regional di NTB ya Allah sedihnya banget banget sampe aku suka bertanya apa dia bukan jodoh aku kenapa makin jauh LDRnya , akhirnya kita ketemu cuma setiap dia cuti lebaran dan akhir tahun itupun ketemu hanya sebentar saja tapi ada hikmah dari ini semua, aku jadi tau suamiku memang ga main-main karena sesibuk apapun dia selalu berusaha ngabarin ataupun ketemu aku saat mepet mepet waktunya .
Tahun terakhir akhirnya dia kembali ke jatinangor , akupun sudah lulus kuliah dan sudah bekerja , tiap pesiar aku selalu bertemu suamiku kadang suamiku belum pulang ke rumahnya tapi malah nemuin aku dulu, dari rumah aku baru pulang ke rumahnya, aku suka mengantar dia ke rumahnya untuk bersilahturahmi dengan orang tuanya siapa tau dengan ini orang tuanya luluh dan pikiran cewe sunda matre itu salah , cewe sunda itu ga setia tapi ternyata tidak semudah itu gaisss tetap saja ayahnya teguh kalau anaknya harus bisa dapat orang jawa dan yang sepadan dengannya. Aku cuma bisa nangis denger ayahnya ,tapi aku sayang sama suami aku , akhirnya omongan ayahnya buat aku makin semangat cari kerjaan yang bisa meyakinkan kalau aku pantes buat anaknya dan ga matre, dan aku makin semangat silahturahmi kerumahnya karena kata pepatah " tak kenal maka tak sayang" walau suamiku ada di kampusnya kadang aku pulang kerja walau cape suka menyempatkan main ke rumahnya untuk silahturahmi tapi rasanya ko tetap ga luluh, sampe akhir di ujung pendidikan suamiku teteep teguh ayahnya.
Sempat lelah ingin nyerah saja karena umur kita juga sudah makin dewasa dan akupun udah memikirkan hubungan ini mau bagaimana sudah bertahun tahun lamanya, akhirnya aku memberanikan diri bertanya pada adiknya apa ada sikapku yang salah sampe ayahnya teguh keras tidak mau merestuiku 😭 suamikupun sama bertanya sama ayahnya apa yang salah dengan aku , suamiku jelaskan bahwa aku bukanlah seperti cewe sunda yang ayahnya pikirkan. Akhirnya saat suamiku akan dikukuhkan aku di telfon oleh ibu suamiku , aku di ajak untuk datang ke kampus bersama keluarga suamiku untuk menyaksikan pengukuhan suamiku oleh presiden. Sungguh senangnya sampe sampe menyiapkan segalanya dari pakaian supaya penampilanku agak elegan . Sampei dimana hari pengukuhan aku di ajak ngobrol oleh ayahnya suamiku, aku ditanya " an kenapa kamu suka sama anak saya? Apa yang kamu lihat dari anakku?" Lalu aku jawab dengan hati terdalam " pa aku suka anak bapa ga melihat apapun " lalu aku di beri nasehat kalau aku tidak boleh sampe menyakiti suamiku, di hari itu rasanya aku legaaaaa rasanya akhirnya ayahnya suamiku memberi izin aku dan suamiku dan tidak mempermasalahkan lagi perbedaan suku .
Setelah pengukuhan suamiku akan penempatan tugas , akhirnya suamiku dapat tugas di jawa tengah , semarang tepatnya. Aku bersyukur masih di pulau jawa tidak terlalu jauh, setahun setelah penempatan akhirnya suamiku datang dengan keluarganya melamarku dan tepat di tahun ke delapan kurang dua bulan yaitu 15 februari 2020 kita akhirnya menikah ❤️
So.. inti dari ceritaku ini , kita sebagai cewe jangan selalu berpikir kalau cowolah yang harus selalu berusaha , kalau kita sama sama sayang dan serius kenapa ngga kita juga usaha liatin keseriusan kita. Dan perbedaan suku itu hanyalah mitos mau suku manapun itu kembali ke diri kita masing-masing, contohnya katanya cewe sunda matre cewe sunda ga setia, buktinya aku ga pernah meminta dan mengharapkan materi dari suamiku, dan aku selama 8 tahun dan inshaAllah sampe aku atau suamiku meninggal bakal tetep setia.doain kami ya temen temen semoga keluargaku menjadi keluarga yang samawa ,untuk pejuang LDR dan pejuang restu orang tua semangat ❤️ sekian ceritaku ya temen temen....
Assalamualaikum 🙏🙂
Comments
Post a Comment